Dosen UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat Berbasis Konten Kreatif di Desa Soco Magetan
Tiga dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, pada Rabu, 2 Juli 2025. Kegiatan ini mengusung tema βPeningkatan Branding Potensi Wisata Lokal dan Batik Desa Soco Kabupaten Magetan Melalui Konten Kreatif.β
Tiga dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Rizqi Mutqiyyah, Muhammad Danu Winata, dan Wahyu Mahesa Miarta. Selain dosen, kegiatan ini juga mengajak mahasiswa semester dua dari jurusan yang sama, yakni Nabila Jalu, Siana Mahmudah, dan Tegar Faletehan.
Pengabdian masyarakat ini secara resmi dibuka oleh Camat Bendo, Hermin Supraptiwi. Dalam sambutannya, ia menyambut hangat inisiatif akademisi UNESA tersebut dan menekankan pentingnya keberlanjutan program.
"Pengabdian masyarakat jangan hanya bersifat seremonial, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.
Turut hadir Pj. Kepala Desa Soco, Aning Ikawati, serta Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi UNESA Kampus 5, Muhammad Danu Winata. Dalam sambutannya, Danu menegaskan bahwa pelatihan akan dilanjutkan dengan pendampingan melalui grup WhatsApp untuk memfasilitasi peserta yang menghadapi kendala selama praktik.
Sekitar 30 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari perangkat desa, pengelola BUMDes, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Rizqi Mutqiyyah memaparkan materi pelatihan terkait strategi pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok untuk promosi dan penjualan produk lokal. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat citra destinasi wisata desa melalui pendekatan digital.
Desa Soco sendiri dikenal memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor UMKM. Khususnya melalui produksi batik khas bermotif Jahe Merah dan Daun Pepaya. Di sisi lain, desa ini juga memiliki destinasi wisata yang potensial, seperti Museum Soco, Taman Soeheden (Soco Herbal Garden), kolam renang anak dan dewasa, serta taman baca yang menjadi daya tarik edukatif dan rekreatif.
Target promosi wisata desa difokuskan pada segmen anak-anak hingga dewasa, baik dari kalangan lokal maupun luar daerah. Masyarakat didorong untuk mengembangkan branding produk dan wisata secara mandiri dan kreatif, dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana utama memperluas pasar serta memperkenalkan identitas lokal Desa Soco.
Selama sesi pelatihan, peserta terlihat antusias dan aktif dalam praktik. Tiga peserta terpilih juga mendapatkan doorprize di akhir kegiatan.
"Semoga bisa bermanfaat bagi para peserta. Kami siap berprogres dan berproses bersama. Semoga berkah," kata Rizqi.
Pengabdian Masyarakat ini mengusung tiga poin penting pada Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain poin ke-delapan, Decent Work and Economic Growth atau pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Di mana kegiatan ini meningkatkan kapasitas warga dan UMKM agar ekonomi lokal tumbuh lewat promosi digital. Sehingga berhubungan dengan target 8.3, yakni mendukung produktivitas ekonomi melalui kreativitas dan inovasi.
Tak hanya itu, hal ini sejalan dengan poin ke-sembilan. Adalah Industry, Innovation and Infrastructure atau Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Penggunaan media sosial dan teknologi digital untuk promosi dan inovasi pemasaran termasuk dalam inovasi berbasis teknologi yang memperkuat infrastruktur digital desa. Terakhir, poin 11. Sustainable Cities and Communities atau Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.
Pengabdian masyarakat ini merupakan upaya menjaga dan mengembangkan potensi lokal seperti batik, wisata, dan budaya desa Soco agar berkelanjutan, tidak punah, dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Advertisement