Vitalitas Baru Koes Hendratmo
Meski tak mengenalnya secara pribadi, saya memberanikan diri menyapanya ketika kami berjumpa di bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang. Pertemuan terjadi di dalam lift, dan ia menyambut sapaan saya dengan hangat dan senyum yang menarik.
Saya menyapa sebagai penggemar terhadap bintang yang disukainya; ia memang membawakan โBerpacu dalam Melodiโ selama bertahun-tahun dengan sangat baik di TVRI. Siapapun penggantinya harus berjuang keras sekadar untuk mencapai kualitas tak terlalu jauh di bawahnya.
Ia selalu menghormati para tamunya. Ia menghargai ikhtiar mereka dalam mengingat judul lagu-lagu yang intronya dimainkan dengan sangat baik oleh home band Ireng Maulana All Stars; atau menebak judul lagu yang lirik awalnya diucapkan olehnya.
Tanpa pernah membuli tamu-tamunya โ suatu adab yang semakin ditoleransi dalam acara-acara hiburan di televisi kitaโ ia tak pernah alpa melontarkan senyum simpatik dan bersahabat, bahkan terhadap tamu yang terkaannya meleset jauh.
Ia memberi permakluman atas kesalahan itu, kadang mengulasnya sejenak dan membandingkan lagu yang salah-ditebak itu dengan lagu-lagu lain yang mirip. Saya bayangkan: betapa senang hati para penerka yang meleset, karena dengan kesalahan itu mereka justeru diajak berdiskusi kecil oleh seorang tuan rumah yang tak pernah menunjukkan sikap sebagai salah satu penyanyi terbaik di negeri ini.
Terkadang, terhadap peserta yang menebak dengan tepat, โ sambil dengan cepat ia simpulkan si penebak punya kemampuan bernyanyi cukup baik โ ia memberi โbonusโ: melanjutkan nyanyian bersama si pemenang, setidaknya hingga bait ke dua atau ke tiga liriknya. Setelah itu si peserta yang beruntung boleh pulang untuk menyiapkan cerita tentang kegembiraan hatinya bisa berduet dengan โAndy Williams Indonesia.โ
Ia tak akan memberi bonus duet itu kepada penebak-tepat yang bakatnya terlihat kurang dari minimal; ia tahu keunggulan kemampuannya hanya akan membanting penyanyi amatir yang malang itu dalam aksi duet.
***
Di dalam lift bandara Palembang, ia menggandeng tangan seorang perempuan yang saya taksir berusia sedikitnya 25an tahun lebih muda dibanding dirinya. Saya segera tahu siapa perempuan itu. Belum lama berselang saya membaca apa yang terjadi pada Koes Hendratmo: ia dikabarkan bercerai dengan sedikit kehebohan dari isterinya, dan ia menikahi perempuan lebih muda.
Saya tidak berbasa-basi ketika saya mengomentari penampilannya.
โWah, Mas Koes, Anda kelihatan segar, muda dan bersemangat,โ saya bilang.
Lalu segera saya lanjutkan dengan senyum dan sedikit menggodanya: โApakah ini karena perkawinan baru Anda?โ
Dugaan saya atas reaksinya meleset. Bukannya sekadar ketawa untuk menanggapi ocehan iseng seorang penggemarnya, ia menanggapi serius: โOh, iya! Betul sekali. Saya benar-benar merasa ada energi baru dalam hidup. Sebelumnya sayaโฆ.โ Saya tak ingat lagi apa yang dikatakannya โ dan kami segera berpisah menuju ruang tunggu masing-masing.
***
Koes Hendratmo bukanlah penyanyi rekaman yang sukses. Ia tampak tak didukung oleh barisan pencipta yang cukup untuk memasok lagu-lagu yang cocok dengan karakter suaranya. Tampaknya ia lebih banyak menyanyi di klub malam, dengan membawakan lagu-lagu Barat. Ia memiliki lidah yang fasih. Pengucapannya akurat โ termasuk untuk bahasa Aceh, yang pernah didemonstrasikannya dengan mengajak bercakap-cakap sejenak seorang peserta โBerpacuโ dari daerah itu.
Ia seangkatan Djoko Susilo, โMatt Monroe Indonesiaโ yang wafat muda akibat kecelakaan lalu lintas. Ia sedikit lebih muda dari Kris Biantoro, penyanyi yang juga lebih sukses sebagai pembawa acara. Setidaknya dalam membawakan acara seperti โBerpacu dalam Melodi,โ ia mengungguli seniornya itu.
Dengan rambut sangat tebal yang dihiasi kilatan uban di bagian atas kedua telinganya, ia tahu bahwa karakter suara dan kekhasan vibrasinya memungkinkannya memodel Andy Williams, penyanyi Amerika yang membawakan โLove Storyโ dan โSpeaks Softly Loveโ itu. Dan Koes adalah peniru Williams yang berhasil.
Hari ini ia berhenti berpacu dalam melodi dunia pada usia 78. Semua orang yang pernah mengenalnya, bahkan yang sekadar berjumpa tak sengaja dengannya di sebuah lift, akan segera tahu: Koes Hendratmo adalah seorang yang sangat ramah, selalu tersenyum lepas dan tulus, yang memahami arti dan batas-batas kepatutan seorang penghibur di hadapan publik yang coba dihiburnya. ***
*Dikutip dari akun facebook Hamid Basyaib
Advertisement