Tak Perlu Menunggu Sakit, Kenali Risiko Jantung Lewat Mobile JKN
Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan membutuhkan penanganan kesehatan secara berkelanjutan. Upaya pencegahan pun perlu dilakukan sejak dini, salah satunya dengan mengenali kondisi dan risiko kesehatan diri sendiri.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, mengatakan, upaya menjaga kesehatan sebaiknya dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Menjaga pola hidup sehat, mengenali faktor risiko sejak dini, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.
βMenjaga kesehatan jantung sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Peserta dapat membiasakan olahraga secara rutin melalui gerak 335, mengatur konsumsi makanan dengan menghindari lemak, gula, dan garam berlebihan, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan waktu untuk diri sendiri,β jelas Masrur, Jumat, 18 September 2026.
Masrur juga mengingatkan peserta dan keluarga untuk memanfaatkan Skrining Riwayat Kesehatan. Skrining dapat dilakukan melalui Mobile JKN, PANDAWA, maupun langsung di FKTP dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5β10 menit untuk mengetahui faktor risiko penyakit kronis.
βMelalui skrining, peserta dapat mengetahui lebih awal apakah memiliki risiko terhadap penyakit kronis atau tidak. Semakin cepat risiko diketahui, semakin cepat pula langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga dan menangani kondisi kesehatan,β tambahnya.
Setyowati, 58 tahun, peserta JKN segmen mandiri asal Banyuwangi mengatakan, pada 2019, ia mengalami pusing hebat dan memeriksakan diri ke FKTP Klinik Prambanan. Setelah melakukan pemeriksaan, terdapat indikasi masalah jantung, sehingga perlu dirujuk ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
βWaktu itu saya merasa pusing sekali. Setelah diperiksa, ternyata tekanan darah saya lebih dari 200. Dari klinik kemudian saya dirujuk ke RSUD Blambangan untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan rontgen, diketahui ada pembengkakan pembuluh darah,β ungkapnya.
Sejak saat itu, Setyowati rutin melakukan kontrol di RSUD Blambangan dan memanfaatkan Program Rujuk Balik (PRB) untuk mendapatkan obat secara rutin di Klinik Prambanan. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memperhatikan kondisi tubuh dan berusaha menjaga kebiasaan sehari-hari.
βSekarang saya lebih menjaga pola hidup. Saya berusaha tetap aktif bergerak dan berolahraga, lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi, dan yang tidak kalah penting berusaha menjaga pikiran supaya tetap tenang dan semangat. Setelah mengetahui kondisi kesehatan saya, saya merasa memang harus lebih peduli dengan diri sendiri,β ungkapnya.
Setyowati juga mengajak peserta JKN untuk tidak menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai memperhatikan kesehatan. Menurutnya, mengetahui kondisi kesehatan sejak awal dapat membantu seseorang lebih waspada dan menentukan langkah yang perlu dilakukan.
βSaya juga mengajak teman-teman peserta untuk mencoba skrining riwayat kesehatan melalui Mobile JKN. Caranya mudah dan waktunya juga tidak lama. Daripada menunggu sakit, lebih baik kita mengetahui risiko kesehatan sejak awal,β ujarnya.
Advertisement