Persela Dipaksa Telan Pil Pahit Lewat Gol Cepat PSS Sleman, Kalah 0-1
Gol cepat yang dicetak PSS Sleman menjadi pil pahit bagi Persela Lamongan pada laga lanjutan Chamionship 2025/2026 di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu 1 Maret 2926, malam.
Tim Laskar Joko Tingkir tampil cukup bagus. Tidak sekedar mampu mengimbangi permainan. Tetapi juga sempat menekan tim tamu berjuluk Super Elja.
Gol semata wayang 0-1 PSS dicetak Irvan Y Mofu pada menit 7. Berkat umpan manis Frederick Injay yang sebelumnya dibangun bersama Rico Simanjuntak dari sayap kiri.
"Alhamdulillah, kita sangat bersyukur atas kemenangan malam ini," tutur pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, usai pertandingan.
Menurut pelatih yang mantan gelandang serang Timnas PSSI era 90 an itu, kemenangan atas Persela dinilai cukup berharga. Karena, lawan Persela dinilai sangat merepotkan.
Ia berharap, dengan gol cepat di menit awal pertandingan babak I, Persela melemah. Ternyata tidak. Persela justru bangkit dan mampu menekan tim yang diarsitekinya.
"Sudah saya katakan sebelumnya, Persela tim bagus. Setelah unggul cepat, justru kita banyak ditekan oleh Persela, ini yang menjadi catatan penting,” tandasnya.
Dari pengalaman pertandingan lawan Persela ini, lanjut Ansyari, ia mengaku banyak catatan evaluasi yang harus dibenahi.
" Sekali lagi, kami sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Dan, saya mengapresiasi seluruh pemain yang sudah bekerja keras dan mampu bermain dengan intensitas tinggi," imbuhnya.
Sementara itu, pelatih Persela Bima Sakti mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Ia menilai pemain sudah berusaha keras, terutama di babak II. Apalagi dia juga sudah melakukan sejumlah pergantian strategi.
“Perubahan yang kita lakukan menciptakan peluang. Ada beberapa kesempatan dari Daniel, Hambali, hingga peluang terakhir, tapi belum bisa berbuah gol,” ujarnya.
Kekalahan ini, lanjut Bima Sakti, menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk segera melakukan evaluasi, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi permainan.
“Secara mental sebenarnya lebih baik. Tdak ada kartu merah seperti sebelumnya. Tapi memang hasilnya belum sesuai harapan,” ujarnya.
Bima menambahkan, timnya harus segera bangkit. Mengingat jadwal sisa pertandingan masih cukup padat.
Ia tetap optimistis peluang timnya masih bisa tampil lebih baik. Setidaknya, sejumlah laga kandang harus dimaksimalkan.
“Kami masih punya kesempatan. Masih ada beberapa laga kandang dan tandang yang harus dimaksimalkan. Pemain harus bangkit dan melakukan evaluasi,” pungkasnya.
Sekedar informasi, dari hasil pertandingan ini Persela tetap berada di peringkat 6 klasemen sementara, dengan koleksi 30 poin. Sedang PSS Sleman semakin kokoh di puncak klasemen dengan 45 poin.
Advertisement