Gunung Semeru Erupsi 8 Kali Hari Ini, Tinggi Kolom Letusan Capai 800 Meter
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi sebanyak delapan kali hingga Kamis pagi, 4 Juni 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, letusan terbaru terjadi pada pukul 08.30 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat erupsi terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 08.30 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar ±800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi erupsi selama 98 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 04 Juni 2026, pukul 08:30 WIB, tinggi kolom abu teramati ±800 meter di atas puncak,” demikian laporan petugas pengamatan.
Hingga pukul 08.30 WIB, tercatat sudah terjadi delapan kali erupsi Gunung Semeru sepanjang Kamis pagi.
Warga Diminta Patuhi Rekomendasi PVMBG
Menyusul peningkatan aktivitas vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG demi keselamatan.
Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran material pijar.
Tak hanya itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan yang berpotensi dilalui aliran lahar, terutama saat hujan turun.
Advertisement