Masriah Kembali Berulah, Usai Viral Kasus Buang Tinja, Kini Muncul Teror Sampah
Situasi di lingkungan RT 1/RW 1 Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, kembali menjadi perhatian warga. Setelah sempat viral akibat kasus pembuangan kotoran manusia beberapa waktu lalu, kini dugaan aksi teror sampah kembali mencuat dan disebut masih berkaitan dengan Masriah.
Korban kali ini, Wiwik Winarti, mengaku masih mengalami gangguan di sekitar rumahnya. Namun, berbeda dari sebelumnya, sampah kini diduga dibuang di jalan umum dan area paving yang menjadi akses keluar-masuk rumahnya.
“Sekarang dibuangnya di jalan umum, di paving. Memang tidak tepat di depan gerbang rumah saya, tapi tetap saja itu jalan yang saya lewati setiap hari,” ujar Wiwik, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut pengakuannya, sampah yang dibuang cukup beragam, mulai dari sampah rumah tangga basah dan kering hingga plastik berisi cairan yang diduga air kencing. Bau menyengat dari plastik tersebut bahkan sempat membuat keluarganya merasa terganggu.
“Cucu saya yang pertama kali tahu waktu pulang sekolah. Ada dua plastik kuning di depan gerbang dan baunya pesing sekali,” katanya.
Karena tidak tahan dengan aroma menyengat, Wiwik akhirnya membersihkan sendiri plastik tersebut menggunakan air agar lingkungan rumah kembali nyaman.
“Ya saya siram sendiri karena keluarga saya terganggu dengan baunya,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengaku pernah menemukan ceceran oli dan sisa makanan berbungkus kertas minyak di sekitar area rumahnya. Dugaan aksi pembuangan sampah itu disebut berlangsung sejak Ramadan hingga setelah Idulfitri.
Meski merasa resah, Wiwik memilih menghindari perselisihan berkepanjangan dengan tetangganya. Ia mengaku lebih memilih mengalah dan membersihkan sampah bersama warga sekitar daripada memicu konflik baru.
“Kalau terlalu menumpuk dan mulai bau, biasanya saya bersama warga membersihkan atau membakarnya. Saya memilih mengalah saja supaya tidak ramai terus,” tuturnya.
Hingga saat ini, warga sekitar masih memantau kondisi lingkungan guna mengantisipasi terulangnya aksi serupa yang dinilai mengganggu kenyamanan dan kebersihan fasilitas umum di kawasan tersebut.
Advertisement