Identitas Mayat Laki-Laki Korban Pembunuhan di Lamongan, Warga Pekalongan?
Identitas mayat korban pembunuhan yang ditemukan di Dusun Semlawang, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, mulai terkuak. Korban diduga berinisial ARH, asal Gembong Selatan Gang Beringin 02, Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Pekalongan. Jawa Tengah.
Identitas lengkap dengan foto dan alamat itu beredar luas di media sosial dan grup-grup WhatsApp di Lamongan. Bahkan, beberapa anggota Polres Lamongan juga memasangnya sebagai status. Bisa jadi, karena, identitas lengkap itu dipastikan akan muncul setelah dilakukan penelusuran sidik jari dari data pembuatan e-KTP.
Selanjutnya, data identitas diinformasikan kepada antar jajaran polres, yakni, Polres Pekalongan, yang dilanjutkan pengecekan di lapangan melalui kepolisian setempat.
Hanya, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, ketika dikonfirmasi terkait identitas korban, mengatakan hingga saat ini masih menunggu proses identifikasi.
"Jadi kami belum bisa menyampaikan," katanya.
Disinggung soal kabar kalau korban disebut-sebut sebagai warga Pekalongan, Ipda Hamzaid tetap menegaskan bahwa Tim Satreskrim Polres Lamongan masih melakukan identifikasi.
"Saya kira seperti itu penjelasan kami," tandasnya.
Korban Diduga Anak Punk
Sementara informasi lain menyebutkan, sosok korban pembunuhan yang mayatnya masih tersimpan di RSUD itu, ada yang mengaku sering melihat berseliweran di pertigaan jalan poros nasional Kecamatan Sukodadi.
Korban terlihat mengamen. Dia diduga anak punk yang sering bergerombol di seputar traffic light. "Sepertinya pernah terlihat ngamen di pertigaan, "tutur warga.
Diketahui, sosok mayat laki-laki diduga kuat korban pembunuhan ditemukan di wilayah hukum Polsek Sukodadi, Lamongan. Saat ditemukan, kondisinya mengenaskan. Mengalami lebam-lebam pada bagian wajah. Persisnya, mata dan dahi sebelah kiri, serta punggung.
Polisi mengumpulkan barang bukti di TKP berupa sebuah gitar kecil, jaket parasut dan topi warna hitam. Selain itu, tali kain warna kuning dan tali kain kaus warna hitam.
Dari barang bukti sebuah gitar kecil atau ukulele itu, bisa jadi benar adanya korban ada yang mengetahui berseliweran di pertigaan Sukodadi untuk mengamen.
Advertisement