Waspada: Tren Kenaikan Obesitas Pada Penduduk Berusia 18 Tahun Meningkat
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. mengatakan tren kenaikan. Padahal obesitas merupakan penyakit kronis yang berdampak serius terhadap kesehatan.
Para ahli menilai kondisi ini menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya berbagai penyakit tidak menular yang kini mendominasi beban pembiayaan kesehatan nasional.
โObesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan,โ kata Nadia dalam acara Nutrifood Media Briefing bertajuk Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas di Jakarta Pusat, Selasa 4 Maret 2025.
Menurutnya sekitar tahun 1990 tren penyakit tidak menular di Indonesia terus mengalami peningkatan. Penyakit seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan ginjal banyak dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat. Salah satu faktor paling dominan adalah obesitas yang berkaitan erat dengan pola makan tinggi gula, garam, dan lemak serta rendahnya aktivitas fisik.
Para pakar kesehatan menyebut obesitas sebagai โmother of diseaseโ atau induk berbagai penyakit kronis. Hal ini terjadi karena pada tubuh menumpuk lemak berlebih yang dampaknya dapat memicu berbagai gangguan metabolisme. Selain obesitas, faktor risiko lain yang sering menyertai adalah kebiasaan merokok, konsumsi minuman manis berlebihan hingga pola makan yang tidak seimbang.
โPenyakit tidak menular sebenarnya merupakan proses panjang yang sangat dipengaruhi gaya hidup kita sehari-hari. Jika seseorang mengalami obesitas, maka risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes akan meningkat,โ ungkapnya.
Nadia kemudian mengungkapkan dari data hasil skrining kesehatan yang melibatkan sekitar 33 juta masyarakat Indonesia menunjukkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Dari jumlah tersebut, sekitar 24 juta orang masih berada dalam kategori berat badan normal. Namun terdapat sekitar 4 juta orang yang sudah masuk kategori obesitas. Ada sekitar 3 juta lainnya mengalami kelebihan berat badan atau overweight.
Data ini menunjukkan jutaan masyarakat yang berpotensi mengalami penyakit kronis pada masa mendatang. Jika hal ini tidak segera tertangani maka akan timbul potensi beban ekonomi dan sosial akibat penyakit kronis. โBayangkan jika jutaan orang dengan berat badan berlebih ini kemudian berkembang menjadi penyakit jantung atau stroke. Dampaknya bukan hanya bagi individu, tetapi juga keluarga dan sistem kesehatan nasional,โ ujarnya dalam acara dalam acara Nutrifood Media Briefing bertajuk Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas di Jakarta Pusat, Selasa 4 Maret 2026.
Obesitas Sentral
Selain obesitas umum, para pakar juga menyoroti meningkatnya kasus obesitas sentral atau penumpukan lemak di area perut. Kondisi ini lebih berbahaya karena berkaitan erat dengan penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi. Dalam skrining yang sama terhadap puluhan juta masyarakat, ditemukan sekitar 8 juta orang mengalami obesitas sentral. Angka ini menunjukkan sekitar seperempat dari populasi yang diperiksa memiliki penumpukan lemak di area perut yang berisiko tinggi terhadap penyakit kronis.
Obesitas sentral sering kali lebih mudah dikenali melalui ukuran lingkar perut atau ukuran celana yang semakin besar. Hal tersebut menjadi cara sederhana untuk mengidentifikasi potensi risiko kesehatan. โObesitas sentral sebenarnya paling mudah dikenali dari lingkar perut. Ketika ukuran celana terus meningkat, itu bisa menjadi tanda adanya penumpukan lemak berlebih di tubuh,โ jelasnya.
Selain pola makan tinggi gula dan lemak, kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam harus menjadi perhatian. Contohnya adalah makanan yang diawetkan melalui proses pengasinan seperti ikan asin. Meskipun merupakan bagian dari tradisi kuliner masyarakat, konsumsi berlebihan akan meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Namun yang tidak kalah penting, lanjut Nadia adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Banyak orang baru menyadari perubahan berat badan ketika ukuran pakaian mulai berubah, bukan melalui pengukuran kesehatan secara berkala. Padahal, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin dinilai sangat penting untuk mencegah berkembangnya penyakit kronis. Program pemeriksaan kesehatan berkala, termasuk pengukuran indeks massa tubuh, tekanan darah, dan kadar gula darah, dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini.
โBanyak penyakit tidak menular sebenarnya bisa dicegah jika kita melakukan skrining atau deteksi dini secara rutin. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa melakukan perubahan gaya hidup sebelum penyakit berkembang,โ jelasnya. Pencegahan obesitas harus dimulai dari perubahan pola hidup sehari-hari. Aktivitas fisik yang cukup, konsumsi sayur dan buah yang lebih banyak, serta pembatasan gula, garam, dan lemak menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh berkelanjutan.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement