Waspada, Ini Daerah Rawan Longsor di Jawa Timur
Jawa Timur sudah mulai memasuki musim hujan di akhir tahun 2025 ini. Potensi terjadinya bencana pun bisa terjadi, salah satunya tanah longsor yang sebelumnya sering terjadi.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, BPBD Jatim bersama stakeholder terkait telah melakukan pemetaan daerah-daerah rawan longsor.
"Sudah dipetakan, semua daerah pegunungan itu rawan. Mulai dari Gunung Wilis, Gunung Ijen, di selatan itu sabuk dari Pacitan-Ponorogo-Trenggalek, di Dampit, sampai ke Lumajang dan yang di Gumitir itu rawan terjadi longsor," kata Emil Dardak.
Karena itu, ia menyebut pemerintah mulai bekerja melakukan upaya antisipasi kejadian bencana. Namun apabila terjadi bencana diharapkan tidak ada korban jiwa.
Salah satu upayanya adalah menyepakati teknologi light detection and ranging (LIDAR) yang digagas Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).
Di mana, LIDAR ini adalah teknologi penginderaan jauh aktif (aktif remote sensing) yang memanfaatkan sinar laser untuk mengukur jarak, pergerakan, dan karakteristik objek atau permukaan bumi secara presisi. Sehingga diketahui berapa ketebalan tanah bagian atas atau top soil.
"Kalau lapisan atasnya terlalu tebal kemudian kena air itu paling rawan ambrol, dan kalau dibangun di situ ya tidak akan nyengkram. Makanya waktu perbaikan jalan ke Gumitir itu kan dibikin bored pile dalam supaya dia betul-betul menjangkar ke tanah," pungkasnya.
Tak lupa, Emil pun mengimbau warga yang ada di kawasan sekitar pegunungan untik berhati-hati ketika terjadi hujan deras dan menyiapkan upaya-upaya evakuasi.
Advertisement