The SIGIT Resmi Balik Setelah Enam Tahun Hiatus
Grup band The SIGIT resmi merilis karya baru setelah enam tahun hiatus. Lewat tembang berjudul โBread & Circusโ band ini kembali menggebrak blantika musik di tanah air.
Lagu dan video musik mereka resmi rilis pada 3 April 2026 dalam berbagai platform digital. Kehadirannya kembali menandai titik balik perjalanan band yang telah berdiri dua dekade lalu. Perpaduan formasi baru, isu sosial yang relevan, serta eksplorasi suara yang semakin beragam menjadikan โBread & Circusโ sebagai comeback yang kuat dan berpotensi membuka jalan menuju album atau proyek besar berikutnya.
Comeback nya kali ini bukan sekadar kehadiran ulang. Namun The SIGIT menghadirkan sebuah fase baru yaitu formasi anyar dan eksplorasi musikal yang lebih luas. Tiga personel baru yang kini resmi memperkuat The SIGIT adalah Absar Lebeh pada gitar. Kemudian ada Aghan Sudrajat pada bass, dan Raveliza pada drum. Mereka bergabung bersama dua wajah lama yang tetap ada sejak awal, yaitu Rektivianto Yoewono dan Farri Icksan Wibisana. Adanya formasi baru ini membawa dinamika baru yang tidak hanya terasa pada proses kreatif, akan tetapi dari musik yang mereka hasilkan. Tidak salah kalau dalam karyanya kini terdengar lebih ekspansif dan berani mengeksplorasi warna baru.
Salah satu personilnya Rekti menjelaskan bahwa kehadiran tiga personel baru membuka banyak ruang eksperimen yang sebelumnya tidak terjamah. โDengan bertambahnya tiga orang baru, ada etos yang berbeda. Selain itu ada dinamika komunikasi yang berbeda. Dan itu menurut saya membutuhkan adaptasi. Kebetulan, proses adaptasi tersebut bisa berjalan perlahan sambil bermusik,โ ungkap Rekti dalam keterangannya.
Dampak dari perubahan tersebut adalah arah musikal The SIGIT. Single โBread & Circusโ menjadi pintu pembuka menuju spektrum musik mereka yang menjadi lebih lebar. Secara tematis, lagu mereka lebig menyentuh isu-isu struktural seperti perampasan ruang, penyalahgunaan kekuasaan, serta fenomena eksploitasi alam. Adanya pesan kritis ini adalah refleksi terhadap situasi sosial yang menjadi cara The SIGIT menyuarakan keprihatinan mereka.
The SIGIT tetap mempertahankan karakter guitar-driven rock yang kuat, namun kali ini dibalut dengan nuansa psychedelic rock yang lebih pekat. Adanya sentuhan synthesizer dan elemen elektronik memberi lapisan baru menjadikan lagu terasa lebuh kaya. Komposisi musiknya terasa lebih matang, berlapis, dan menggambarkan proses evolusi musikal band ini. โKehadiran mereka jelas membawa nuansa yang berbeda pada hasil akhir karena cara bermain mereka yang sangat berbeda dengan kebiasaan formasi lama. Perspektif dan perbendaharaan musikal merekalah yang membuka cakrawala dalam pembuatan dan aransemen lagu,โ tambah Rekti.
Proses produksi single ini juga melibatkan sejumlah banyak pihak dalam industri musik. Hal inilah yang kemudian memberi warna tambahan. Salah satu diantaranya adalah Tanya Ditaputri dari band Rattles yang turut mengisi vokal latar. Kemudian dalam proses produksi dan mixing melibatkan Budianto Setyadi. Dari sisi visual, Gunkbudi dan Refantho Ramadhan berperan penting menghadirkan pendekatan estetika yang memperkuat pesan dan atmosfer lagu.
Kehadiran kembali The SIGIT tentu menjadi kabar menggembirakan bagi para penggemar setia mereka yaitu Insurgent Army. Karya ini menjadi pelepas rindu setelag menantikan single โAnother Dayโ pada 2020 lalu. Antusiasme tersebut semakin menguat setelah Rekti mengonfirmasi bahwa โBread & Circusโ adalah langkah awal dari rangkaian materi baru yang telah mereka siapkan untuk tahun ini.
โSaya rasa lagu-lagu baru lain yang sudah kami buat bersama juga memiliki daya tarik yang tidak kalah menarik dengan โBread & Circusโ. Ada pembaruan yang menyegarkan,โ tutup Rekti. Dengan single terbaru ini, The SIGIT menunjukkan bahwa mereka tidak hanya kembali, tetapi juga siap membuka babak baru dengan energi dan interpretasi musikal yang semakin berkembang.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement