Sekuel Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadir Dalam Skala Cerita yang Lebih Besar
Setelah sukses dalam film pertamanya, kini film berjudul Kuasa Gelap : Perjanjian Darah mendapatkan suntikan energi baru dalam sekuel keduanya. Film pertama tayang 2024 lalu sukses dan kini hadir kembali dengan mengusung cerita yang lebih besar.
Selain itu juga serta menggabungkan dua unsur mengerikan yang jarang menjadi yaitu pesugihan dan eksorsisme. Seperti diketahui eksorsisme adalah praktik ritual keagamaan untuk mengusir roh jahat atau iblis dari orang, tempat, atau benda yang diyakini kerasukan.
Film produksi Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment menghadirkan pendekatan yang berbeda dari film horor bertema pesugihan lain yang selama ini dominan dituturkan melalui latar lokal dan kepercayaan tertentu.β Kali ini, pesugihan akan dibedah melalui sudut pandang Gereja Katolik. Pendekatan ini menuntut riset mendalam. "Kami mengambil tema pesugihan yang sebenarnya sudah umum di masyarakat Indonesia. Tapi kami akan menceritakannya dari persepsi iman Katolik," kata Prima Taufik yang merupakan produser film ini.
Prima menuturkan bahwa tim risetnya melakukan perjalanan ke sejumlah kota untuk mendapatkan referensi yang akurat. Mereka mengunjungi gereja, seminari, panti asuhan, dan berdiskusi langsung dengan Romo serta Suster. Langkah tersebut adalah untuk memastikan gambaran proses eksorsisme dalam film tetap sesuai literatur dan praktik iman yang sebenarnya.
Sementara penulis naskah, Andri Cahyadi menyebutkan bahwa fokus utama sekuel kedua ini bukan sekadar menampilkan teror yang lebih besar. Namun lanjutnya menggali sisi kemanusiaan para tokoh. βKami ingin membangun kedalaman karakter dan kedalaman iman yang digunakan, sehingga semesta dalam cerita ini tidak hanya berputar pada satu atau dua orang saja,β ujarnya saat konferensi pers Jumat lalu.
Sedangkan sutradara Rizal Mantovani yang menggarap sekuel ini menyebut menggarap sekuel kedua film Kuasa Gelap bukan hal sederhana. βJadi, untuk saya masuk ke dunia Kuasa Gelap yang sudah ada itu barulah satu beban,β ungkapnya. Rizal beralasan bahwa film pertamanya telah menempatkan standar visual, kreativitas, dan atmosfer horor yang cukup tinggi. Untuk itu, ungkap Rizal, melanjutkannya menjadi tantangan yang memunculkan tekanan tersendiri. Alih-alih terjebak dalam tekanan tersebut, ia mengubahnya menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas sekuel ini.
Konflik Baru, Karakter Lama Kembali
Kisa film ini berfokus pada tokoh Romo Thomas yang diperankan Jerome Kurnia dan Romo Rendra yang dimainkan Lukman Sardi kembali menjadi fokus utama. Namun, berbeda dari film pertama yang banyak mengeksplorasi perjalanan spiritual Thomas, kali ini sorotan lebih pada masa lalu Romo Rendra dan bagaimana itu membuka celah bagi serangan iblis. Rizal menjelaskan bahwa entitas iblis dalam film ini memiliki karakteristik unik, salah satunya adalah kemampuan menciptakan kekacauan di mana pun ia berada.
Teror bermula ketika entitas kuno merasuki Daniel, meninggalkan jejak kekacauan mirip karakter Leviathan dalam tradisi teologis. Ancaman ini bukan hanya menyasar keluarga Daniel, tetapi juga mengguncang iman dua romo yang bertugas. Cerita kemudian berkembang menjadi konflik yang menguji batin, iman, sekaligus masa lalu kedua romo tersebut. Dengan skala produksi lebih besar, riset mendalam, dan pendekatan yang jarang dieksplorasi di sinema Indonesia, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah digadang-gadang menjadi salah satu film horor paling ditunggu pada 2026.
βIblis ini punya tripart chaos. Kekacauan, jadi ke mana pun dia jalan, chaos akan mengikuti dia. Termasuk chaos yang terjadi pada Romo Rendra, yang akhirnya berpengaruh kepada Romo Thomas, dan juga kepada pastor di Jawa Timur di mana mereka bertugas, kepada keluarga Halim, Linda, dan Daniel di mana ia bercoko,β jelas Rizal. Iblis tersebut merasuki Daniel, anak dari keluarga terpandang di Jawa Timur.
Dari sinilah teror berkembang, memicu rangkaian peristiwa kelam yang menyeret Romo Thomas dan Romo Rendra ke pertempuran spiritual yang lebih kompleks. Cast pendukung seperti Ferry Salim, Feby Febiola, Venly Kurnia, Keysha Angelica, Sisca Saras, hingga Kiki Narendra juga memperkuat jajaran pemain. Proses syuting dijadwalkan berlangsung mulai April 2026, sementara penayangannya direncanakan pada akhir tahun.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement