Mensos: Pemerintah Pusat Akan Bangun 100 Gedung Permanen Sekolah Rakyat, Termasuk di Banyuwangi
Pemerintah pusat akan membangun 100 gedung Sekolah Rakyat permanen tahun ini. Gedung permanen Sekolah Rakyat yang akan dibangun ini tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya di Banyuwangi. Lahan untuk gedung ini disediakan oleh Pemerintah Daerah sedangkan pembangunan akan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum.
Kabar ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi. Gus Ipul, mengawali kunjungan ke Sekolah Rakyat Terpadu 2 di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kamis, 2 Oktober 2025. Dia juga melihat proses pendataan digitalisasi bansos. Pria yang juga Sekretaris PBNU ini mengakhiri kunjungannya di Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi Jumat, 3 Oktober 2025 pagi.Β Β
Dijelaskannya, gedung Sekolah Rakyat yang akan dibangun memiliki fasilitas lengkap. Mulai asrama siswa, asrama guru, aula, area bermain, sarana olahraga, hingga tempat ekstrakurikuler. Lahan yang dibutuhkan setidaknya seluas 6 hektar.
"Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun dan tahun depan selesai. Jadi anak-anak akan pindah dari tempat sekarang ke gedung baru nantinya," jelasnya saat berdialog dengan murid Sekolah Rakyat di Muncar.
Gus Ipul menyebut, proses belajar mengajar Sekolah Rakyat di gedung yang saat ini ditempati bersifat sementara. Jika gedung permanen telah jadi Sekolah Rakyat akan pindah ke gedung yang baru.
"Sekolah Rakyat ini memberi kesempatan anak dari keluarga kurang mampu untuk belajar, agar punya masa depan yang lebih baik," tegasnya.
Saat ini, terdapat 165 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Rinciannya 63 Sekolah rakyat mulai kegiatan belajar mengajar pada Juli 2025, 37 Sekolah Rakyat mulai pada Agustus 2025, dan 64 Sekolah Rakyat pada Sepember 2025 dan awal Oktober 2025.
Dari jumlah tersebut, menurut Gus Ipul tahap awal akan dibangun 100 gedung permanen Sekolah Rakyat dengan anggaran dari APBN. Ditargetkan gedung tersebut bisa dibangun tahun ini dan siap beroperasi tahun depan. Kemensos telah menyiapkan dua desain bangunan permanen SR. Desain yang digunakan bergantung pada luas lahan yang disediakan.
"Tanahnya disediakan Pemerintah Daerah, itu ada 100 titik. Anggaran sedang dihitung, kisarannya sekitar Rp200 miliar," terangnya.
Proses pembangunan akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan gedung Sekolah Rakyat diprioritaskan yang tanahnya clear and clean. Tidak hanya soal surat menyuratnya saja tapi juga kondisi lahan seperti kemiringan tanah dan segala macamnya.Β
"Satu Sekolah Rakyat menampung sekurang-kurangnya seribu siswa SD, SMP, dan SMA," tegasnya.Β
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, Banyuwangi telah mendaftarkan lahan milik pemkab yang ada di Kecamatan Muncar untuk dijadikan lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat.
"Yang kami daftarkan ke Kementerian Sosial Insya Allah rencananya di Muncar. Itu menggunakan lahan Pemerintah Daerah," jelasnya.
Ipuk menyebut, nantinya jika gedung permanen Sekolah Rakyat telah jadi, dua Sekolah Rakyat yang ada di Banyuwangi akan dijadikan satu. Karena kapasitas gedung permanen sudah memadai.
"Nanti semua jadi satu. Karena satu sekolah kapasitasnya bisa seribu orang. Jadi yang di Licin dan di BPVPmuncar dijadikan satu," ujarnya.
Advertisement