Jumlah Calon Jamaah Haji Lamongan Terbanyak Kedua se Jawa Timur.
Jumlah calon jamaah haji (CJH) Lamongan tahun ini meningkat. Bertambah hingga 900 orang, menjadi 2.758 CJH. Sebanyak ini menjadikan CJH Lamongan menempati urutan kedua terbanyak se Jawa Timur.
Keberangkatan sebanyak CJH tersebut, keberangkatannya terbagi dalam delapanΒ kloter. Terinci, enam kloter utuh dari Lamongan. Masing-masing berisi 380 jamaah, serta 2 kloter gabungan bersama Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Untuk mendukung pelayanan, terdapat PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) 13 orang, TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter) 13 orang, PHD (Petugas Haji Daerah) delapan orang dan PIH KBIHU (Pembimbing Ibadah Haji KBIHU) 10 orang.Β
Menurut Ketua Panitia yang juga Kepala Kantor Kementerian Hasil dan Umroh Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur, jadwal keberangkatan jamaah haji Kabupaten Lamongan dimulai pada 29 April 2026.
Terbagi, lima kloter (kloter 30, 31, 32, 33 dan 34) sebanyak 1.722 jamaah. Selanjutnya, duaΒ kloter (35 dan 36) akan diberangkatkan pada 30 April 2026 dengan jumlah 751 jamaah.
"Terakhir, kloter 37 sebanyak 285 jamaah akan berangkat pada 1 Mei 2026, " terangnya, di sela-sela pelaksanaan manasik di halaman Masjid Namira, Lamongan, Selasa 31 Maret 2026.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi membuka manasik tersebut. Ia mengatakan, tingginya jumlah jamaah ini dinilai sebagai indikator positif yang turut mendukung peningkatan indeks kesejahteraan masyarakat Lamongan.Β Tentu juga membutuhkan komitmen pelayanan maksimal.
βManasik haji hari ini tidak hanya sebatas pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah. Tetapi juga menanamkan semangat saling membantu dan memberikan pelayanan antar jamaah," tuturnya.
Sekedar informasi, manasik haji tingkat kabupaten dihelar sehari, dengan total empat jam pelajaran. Sebelumnya, manasik di tingkat kecamatan selama empat hari di 14 titik kecamatan, dengan total 16 jam pelajaran.
Musim haji tahun ini, pemerintah menerapkan skema murur dan tanazul, khususnya bagi jamaah lansia, disabilitas dan pendampingnya.Β
Dalam skema murur, jamaah dari Arafah tidak bermalam di Muzdalifah. Tetapi, langsung menuju Mina. Sedangkan tanazul memungkinkan jamaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.
Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program manajemen dam haji, di mana penyembelihan dapat dilakukan di tanah suci melalui lembaga resmi Arab Saudi maupun di Indonesia.
Diharapkan, persiapan yang matang, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan mabrur.
Advertisement