Harga Plastik Meroket, Emil Dardak Ajak Warga Sementara Bawa Tas Belanja
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tengah mencari solusi mengatasi dampak kenaikan harga plastik yang terjadi dampak konflik di Timur Tengah. Untuk itu, sementara waktu masyarakat diimbau untuk membawa tas belanja pribadi untuk mengatasi kenaikan harga.
Kenaikan harga plastik ini terjadi tak lain akibat gangguan rantai pasok global akibat bahan baku pembuatan plastik nafta dan minyak mentah. Di mana, bahan baku tersebut masih bergantung pada impor dari Timur Tengah.
βKita tahu bahwa plastik ini memang harganya naik karena kondisi bahan baku dan rantai pasok globalnya memang demikian,β kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.
Oleh karena itu, ia sudah meminta Dinas UMKM dan Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim untuk melakukan pemantauan dampak dan mencari solusi dari UMKM.
Menurutnya, budaya belanja membawa tas belanja sendiri sudah cukup lama berjalan. Namun, ada hal-hal yang memaksa untuk menggunakan plastik, seperti pedagang minuman dan makanan. Sebab, perlu ada solusi bersama untuk mengatasi problem ini agar tidak berdampak lebih luas di masyarakat.
βJadi kita kategorisasi dulu nih. Kalau bakul-bakul pasar mungkin selama ini dia butuh plastiknya untuk bungkusin itu. Ya sekarang kita minta pengertian masyarakat di momen seperti ini untuk sementara kita dorong agar mereka bawa tas belanjaan,β ujarnya.
Apabila tetap menggunakan plastik dari pedagang maka perlu memahami apabila ada kenaikan harga akibat penyesuaian yang dilakukan. Belum lagi yang memanfaatkan membeli makanan melalui aplikasi ojek online.
βNah, yang seperti itu bagaimana solusinya itu yang perlu kita pikirkan bersama-sama. Kita cocokin dulu satu sama lain,β jelasnya.
Pedagang Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga
Sementara itu, Eddo Adi Wibowo salah satu pedagang makanan mengaku ada kenaikan harga plastik yang tinggi. Baik itu plastik untuk membungkus, maupun sendok plastik dan tempat makan plastik.
Ia menyebut, plastik kresek merk 3 Anak misalnya dari harga Rp12 ribu per pack naik menjadi Rp20 ribu per pack, kemudian plastik merk Tomat ukuran 1,2 kg dari harga Rp8 ribu per pack naik menjadi Rp12 ribu, lalu plastik merk Maju ukuran ΒΌ kg dari harga Rp3 ribu per pack naik dari Rp6 ribu.
βYang naik lagi seperti sendok plastik itu 1 dus dari Rp220 ribu sekarang jadi Rp350 ribu. Terus, thinwall itu 1 dus isi 500 biji dulu Rp380 ribu sekarang Rp675 ribu. Naiknya hamper setengahnya,β kata Eddo.
Meski mengalami kenaikan harga, namun ia mengaku belum menaikkan harga dagangannya dan juga tidak mengurangi porsi.
βHarapan saya harga plastic sudah naik yang lain jangan ikut naik juga. Sekarang harga Β bahan pokok masih bisa dijangkau tapi kalau gas dan BBM naik pasti harga lain naik, ini yang harus dijaga. Kalau naik ya semua pasti naik,β pungkasnya
Advertisement