Ecoton Gelar Aksi "Ngintir Kali Surabaya" 2026 untuk Kali Brantas:
Kali Brantas dan Kali Surabaya menyimpan potensi besar untuk pulih menjadi habitat ikan yang sehat. Penelitian terbaru mengungkap adanya temuan 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies di Kali Brantas, yang menjadi harapan baru bagi pemulihan kualitas air di Jawa Timur.
Direktur Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, menekankan pentingnya mengenalkan kembali ikan-ikan asli sungai tersebut kepada masyarakat secara masif. Sebagai langkah konkret, lembaga ekologi Ecoton bersama koalisi komunitas lingkungan akan menggelar kegiatan "Ngintir Kali Surabaya" yang dimulai pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Tim Ronda Sungai dan Misi Penyelamatan
Kegiatan ini melibatkan Tim Ronda Sungai yang terdiri dari 7 personel. Sebanyak 4 orang akan menyusuri sungai (ngintir), sementara 3 orang tim darat bertugas menguji kualitas air serta melakukan dokumentasi. Tim ini merupakan gabungan dari:
Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (Akamsi)
Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton)
Posko Ijo
River Warrior
TitikTerang
Sebelumnya, aksi serupa pernah dilakukan pada tahun 2025 dengan rute Pintu Air Mlirip Mojokerto hingga Gunungsari Surabaya. Koordinator Ronda Sungai Ecoton, Alaika Rahmatullah, mengenang tantangan berat saat itu.
"Pada 2025, saat mencapai jembatan Karang Pilang, kami harus beralih menggunakan perahu karena air sungai berbau menyengat. Bahkan, salah satu anggota tim mengalami infeksi telinga," ungkap Alaika.
5 Fokus Utama Aksi Ngintir Kali Surabaya 2026
Aksi tahun ini memiliki lima tujuan strategis untuk kesehatan ekosistem sungai:
Mengenalkan Keanekaragaman Ikan: Edukasi mengenai spesies asli Kali Brantas.
Identifikasi Pencemaran Industri: Melacak sumber limbah cair yang merusak air.
Audit Sampah Plastik: Mengidentifikasi timbulan sampah plastik di sepanjang aliran.
Pendataan Bangunan Liar: Memetakan alih fungsi lahan di bantaran sungai.
Uji Mikroplastik: Melakukan pengujian ilmiah kualitas air terhadap kontaminasi plastik mikro.
Temuan Ikan Endemik di Tengah Ancaman Mikroplastik
Meski kondisi sungai terancam oleh limbah industri daur ulang dan sampah rumah tangga, temuan riset Maret 2026 memberikan optimisme. Dari 34 spesies ikan di Kali Surabaya, tiga di antaranya merupakan ikan endemik Jawa yang langka, yaitu:
Ikan Rengkik atau Baung (Hemibragus nemurus)
Lele Jawa (Clarias batrachus)
Ikan Wader Bintik-Bintik (Barbodes binatus)
Penelitian lintas negara (Indonesia, Malaysia, dan Brasil) pada 2021-2022 juga mencatat 42 spesies ikan air tawar di sepanjang Kali Brantas, dengan dominasi dari keluarga Cypirinidae (ikan bader, wader, dan tawes).
Kampanye "Brantas Pulih, Rengkik Kembali"
Sungai Brantas merupakan urat nadi kehidupan Jawa Timur. Airnya menjadi bahan baku utama PDAM di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, hingga Jombang, serta mengairi lahan pertanian nasional.
Aktivis Akamsi, Jofan Ahmad Arianto, menyayangkan sikap banyak industri besar yang mengambil air dari Brantas namun mengembalikannya dalam bentuk limbah yang belum diolah, sehingga memicu kematian ikan massal. Ia menyerukan kontribusi positif dari sektor industri untuk pemulihan air.
Sebagai puncak aksi, tim akan menggelar teatrikal di depan Gedung Negara Grahadi pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
"Aksi ini adalah pengingat bahwa harapan itu masih ada. Perlu gotong royong untuk memerangi polusi mikroplastik dan kebijakan yang lebih berpihak pada kelestarian Kali Brantas," tutup Rulli Mustika Adya.
Advertisement